Sosialisasi: Permainan Tradisional Dengan Kalangan Remaja Perumahan Griya Surya Toha Kecamatan Lubuklinggau Utara II

musirawasterkini.com

Lubuklinggau, – Bermain dan permainan merupakan hal yang sangat dekat dengan dunia anak. Menurut Kimpraswil dalam As’adi mengatakan definisi permainan adalah usaha olah diri olah pikiran dan olah fisik yang sangat bermanfaat bagi peningkatan dan pengembangan motivasi, kinerja, dan prestasi dalam melaksanakan tugas dan kepentingan organisasi.

Permainan tradisional menurut James Danandjaja dalam Dharmamulya 2008:10 adalah salah satu bentuk yang berupa permainan anak-anak, yang beredar secara lisan diantara anggota kolektif tertentu, berbentuk tradisional dan diwarisi turun temurun serta banyak mempunyai variasi.

Anak-anak zaman sekarang cenderung lebih memilih permainan modern, seperti play station. Padahal dalam permainan tradisional tersimpan makna persatuan dan kebersamaan.

Beberapa permainan tradisional yang kini sudah mulai ditinggalkan anak-anak antara lain yaitu karet, kelereng, dan tembakkan bambu. Permainan itu kini sudah sangat jarang dimainkan.

Perkembangan teknologi yang pesat, juga merupakan salah satu faktor yang menyebabkan permainan sederhana tersebut tak lagi menjadi permainan favorit anak zaman sekarang. Selain itu, mulai berkurangnya lahan bermain untuk anak-anak juga merupakan salah satu alasan anak-anak mulai meninggalkannya.

Tradisi permainan tradisional merupakan aset warisan budaya yang tidak ternilai harganya. Di dalamnya terkandung  nilai-nilai, seperti nilai sosial yang mengajarkan kekompakan, kerjasama, solidaritas, tolong menolong, hingga mampu menerima kekalahan.

Di samping itu, permainan tradisional juga melatih seseorang untuk mampu berpikir cepat dalam mengambil keputusan, logis, kritis, dan seimbang.

Secara tidak langsung, permainan tradisional ini mengajarkan pemainnya membentuk fisik, mental, dan juga pribadinya.

Permainan tradisional mempunyai  ciri kedaerahan asli sesuai dengan tradisi budaya setempat. Unsur-unsur permainan rakyat dan permainan anak sering dimasukkan dalam permainan tradisional.

Permainan tradisional memiliki ciri yang punya unsur tradisi dan berkaitan erat dengan kebiasaan atau adat suatu kelompok masyarakat tertentu.

Kegiatan yang dilakukan harus mengandung unsur fisik nyata yang melibatkan kelompok otot besar dan juga mengandung unsur bermain sebagai landasan maksud dan tujuan dari kegiatan tersebut.

Manfaat Permainan tradisional
mengembangkan kecerdasan intelektual anak dengan menggunakan permainan conglak atau dakon.

Permainan ini dapat melatih otak kiri anak dan melatih anak dalam penggunaan strategi untuk mengumpulkan biji lebih banyak daripada lawannya.

1.Kecerdasan secara mental atau emosional dapat dikembangkan dengan bermain layang-layang karena permainan ini membutuhkan kesabaran dari pemainnya sehingga pemain dapat mencari arah angin yang tepat untuk menerbangkan layang-layang.

2 mengembangkan  kreatifitas anak melalui permainan pesawat-pesawatan yang berasal dari kertas bekas atau kertas lipat. Kemampuan.

3.bersosialisasipun dapat ditingkatkan melalui permainan lompat tali, kelereng, dan petak umpet.

4.melatih perkembangan motorik anak Contohnya pada egrang Hal tersebut dikarenakan anak harus meloncat dengan satu kaki dan anak berusaha untuk menyeimbangkan tubuhnya. Loncatan tersebut baik bagi metabolisme anak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *